Beranda » Blog » 4 Tema P5-PPRA (P5RA) RA dan Contoh Turunannya

4 Tema P5-PPRA (P5RA) RA dan Contoh Turunannya

4 Tema P5-PPRA (P5RA) Raudhatul Athfal dan Contoh Turunan Tema dalam Kurikulum Merdeka. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5-PPRA atau P5RA) merupakan komponen penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di jenjang Raudhatul Athfal (RA). P5RA di Raudhatul Athfal didesain untuk memperkuat nilai-nilai karakter dan kompetensi anak usia dini yang berakar pada nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

Apa Itu P5RA

P5RA adalah singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin untuk jenjang Raudhatul Athfal. Ini merupakan komponen penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Kementerian Agama.

P5RA mengintegrasikan 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila (beriman bertakwa, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif) dengan 10 nilai Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (seperti berkeadaban, keteladanan, toleransi, dll) melalui pembelajaran berbasis proyek.

Tujuannya adalah membentuk karakter dan kompetensi anak usia dini berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam rahmatan lil alamin melalui pendekatan bermain yang menyenangkan.

Tema P5-PPRA (P5RA) Raudhatul Athfal Kurmer

Terdapat 4 tema utama dalam P5-PPRA untuk jenjang Raudhatul Athfal yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Mari kita bahas keempat tema tersebut beserta contoh turunan tema yang dapat dikembangkan di lingkungan Raudhatul Athfal.

6 Tema Kurikulum Cinta KBC RA, Materi & Tujuannya

1. Tema: Aku Sayang Bumi

Tema Aku Sayang Bumi atau sebagai Gaya Hidup Berkelanjutan mengajak anak-anak untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan sekitar dan bagaimana menjaga kelestarian alam. Melalui tema ini, anak-anak diperkenalkan dengan konsep dasar lingkungan hidup dan cara sederhana untuk menjaganya yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Contoh Turunan Tema:

a. “Sayang Tanaman”

  • Aktivitas: Menanam tanaman sederhana di kebun sekolah
  • Nilai P5: Bergotong royong, mandiri, kreativitas
  • Nilai PPRA: Berkeadaban (ta’addub), keteladanan (qudwah), musyawarah (syūra)
  • Implementasi: Anak-anak belajar menanam biji-bijian dalam pot, merawat tanaman, dan mengamati pertumbuhannya. Mereka juga belajar bekerja sama dalam kelompok kecil untuk merawat kebun mini sekolah.

b. “Sampahku Tanggung Jawabku”

  • Aktivitas: Pengenalan jenis sampah dan cara membuangnya
  • Nilai P5: Bertanggung jawab, bernalar kritis
  • Nilai PPRA: Keteladanan (qudwah), dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikār)
  • Implementasi: Anak-anak diperkenalkan dengan konsep pemilahan sampah organik dan anorganik melalui metode bermain. Membuat tempat sampah kreatif dari bahan bekas dan belajar membuang sampah pada tempatnya.

c. “Hemat Air”

  • Aktivitas: Belajar menggunakan air dengan bijak
  • Nilai P5: Beriman dan bertakwa, mandiri
  • Nilai PPRA: Berkeadaban (ta’addub), berimbang (tawāzun)
  • Implementasi: Melalui kegiatan bermain peran, anak-anak belajar cara menggunakan air dengan bijak saat mencuci tangan, menyiram tanaman, dan kegiatan sehari-hari lainnya.

d. “Kreasi Barang Bekas”

  • Aktivitas: Membuat karya seni dari barang bekas
  • Nilai P5: Kreatif, bernalar kritis
  • Nilai PPRA: Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikār)
  • Implementasi: Anak-anak mengumpulkan barang bekas seperti botol plastik, kardus, atau koran bekas dan menjadikannya karya seni sederhana seperti boneka, tempat pensil, atau hiasan kelas.

2. Tema: Aku Cinta Indonesia

Tema Aku Cinta Indonesia atau sebagai Kearifan Lokal memperkenalkan anak-anak pada budaya dan tradisi setempat. Melalui tema ini, anak-anak diajak untuk mengeksplorasi dan menghargai kekayaan budaya lokal yang ada di sekitar mereka, sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan identitas nasional.

Contoh Turunan Tema:

a. “Pakaian Adat Daerahku”

  • Aktivitas: Pengenalan pakaian adat dari berbagai daerah
  • Nilai P5: Berkebhinekaan global, beriman dan bertakwa
  • Nilai PPRA: Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), toleransi (tasāmuh)
  • Implementasi: Mengadakan hari khusus di mana anak-anak mengenakan pakaian adat daerah, bercerita tentang pakaian adat tersebut, dan mengadakan peragaan busana sederhana.

b. “Permainan Tradisional”

  • Aktivitas: Memainkan permainan tradisional daerah
  • Nilai P5: Bergotong royong, mandiri
  • Nilai PPRA: Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), musyawarah (syūra)
  • Implementasi: Mengajarkan permainan tradisional seperti congklak, petak umpet, gobak sodor (disesuaikan dengan daerah masing-masing), dan mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tersebut.

c. “Cerita Rakyat Nusantara”

  • Aktivitas: Mendengarkan dan mendramatisasi cerita rakyat
  • Nilai P5: Beriman dan bertakwa, kreatif
  • Nilai PPRA: Berkeadaban (ta’addub), keteladanan (qudwah)
  • Implementasi: Guru bercerita atau memutarkan video cerita rakyat dari berbagai daerah, kemudian anak-anak mendiskusikan pesan moral dari cerita tersebut dan memerankannya dalam drama sederhana.

d. “Makanan Khas Daerah”

  • Aktivitas: Mengenal makanan khas daerah
  • Nilai P5: Berkebhinekaan global, bernalar kritis
  • Nilai PPRA: Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), toleransi (tasāmuh)
  • Implementasi: Anak-anak membawa makanan khas dari rumah (yang disiapkan orang tua) untuk dibagikan dan diceritakan kepada teman-temannya, atau guru mendemonstrasikan cara membuat makanan khas sederhana.
4 Tema P5-PPRA (P5RA) RA dan Contoh Turunannya

3. Tema: Kita Semua Bersaudara

Tema Kita Semua Bersaudara atau sebagai Bhinneka Tunggal Ika memperkenalkan anak-anak pada konsep keberagaman dan persatuan. Melalui tema ini, anak-anak belajar untuk menghargai perbedaan dan hidup berdampingan dalam kerukunan sejak usia dini.

Dimensi P5-PPRA (P5RA) Raudhatul Athfal Kurikulum Merdeka

Contoh Turunan Tema:

a. “Teman-temanku Beragam”

  • Aktivitas: Mengenal keberagaman teman di sekolah
  • Nilai P5: Berkebhinekaan global, bergotong royong
  • Nilai PPRA: Toleransi (tasāmuh), kesetaraan (musāwah)
  • Implementasi: Anak-anak berbagi cerita tentang keluarga, tradisi, dan kegemaran mereka, kemudian membuat kolase foto atau gambar dari semua teman di kelas yang menunjukkan keberagaman.

b. “Rumah Ibadah”

  • Aktivitas: Mengenal berbagai rumah ibadah
  • Nilai P5: Beriman dan bertakwa, berkebhinekaan global
  • Nilai PPRA: Mengambil jalan tengah (tawassuṭ), toleransi (tasāmuh)
  • Implementasi: Melalui gambar, video, atau miniatur, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai rumah ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan vihara, serta belajar menghargai cara beribadah yang berbeda.

c. “Lagu Daerah”

  • Aktivitas: Menyanyikan lagu-lagu daerah
  • Nilai P5: Berkebhinekaan global, kreatif
  • Nilai PPRA: Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikār)
  • Implementasi: Anak-anak belajar menyanyikan lagu daerah sederhana dari berbagai daerah di Indonesia, dan membuat gerakan sederhana yang mengiringi lagu tersebut.

d. “Selamat Hari Raya”

  • Aktivitas: Melakukan kunjungan ke teman yang merayakan hari raya Lebaran
  • Nilai P5:
    • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
    • Berkebhinekaan global
    • Bergotong royong
  • Nilai PPRA:
    • Toleransi (tasāmuh) – menghormati tradisi dan perayaan agama lain
    • Kesetaraan (musāwah) – memandang semua teman setara terlepas dari perbedaan agama
    • Berkeadaban (ta’addub) – menunjukkan sikap dan perilaku sopan saat berkunjung
    • Keteladanan (qudwah) – menjadi contoh sikap menghargai keberagaman
  • Implementasi:
    • Anak-anak diajak membuat kartu ucapan Selamat Hari Raya sederhana untuk teman-teman yang merayakan
    • Mengadakan kunjungan simbolis atau simulasi kunjungan Hari Raya di kelas
    • Belajar tentang tradisi Lebaran seperti bermaaf-maafan, silaturahmi, dan berbagi makanan khas
    • Guru mengajarkan adab berkunjung ke rumah orang lain dan cara mengucapkan selamat hari raya
    • Anak-anak bisa berbagi cerita tentang pengalaman mereka merayakan atau mengunjungi teman saat Lebaran
    • Mempraktikkan bersalaman dan mengucapkan maaf sebagai bagian dari tradisi Lebaran

Tema: Imajinasiku/Imajinasi dan Kreativitasku (Rekayasa dan Teknologi)

Tema Imajinasiku bertujuan untuk mengajak peserta didik belajar mengenali dunianya melalui imajinasi, eksplorasi, dan eksperimen. Pada tema ini, peserta didik distimulasi dengan serangkaian kegiatan yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu, memperkaya pengalamannya dan menguatkan kreativitasnya.

Contoh Turunan Tema:

a. “Lukisanku”

  • Aktivitas: Menghasilkan karya lukis bersama untuk hiasan kelas
  • Nilai P5: Kreatif, bergotong royong
  • Nilai PPRA: Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikār), musyawarah (syūra)
  • Implementasi: Anak-anak bekerja sama membuat lukisan mural sederhana di kertas besar yang akan dijadikan hiasan kelas. Mereka berdiskusi tentang tema lukisan, membagi tugas, dan menggunakan berbagai media seperti cat jari, kuas, atau spons untuk menciptakan karya bersama.

b. “Aku Kreatif”

  • Aktivitas: Mengembangkan berbagai kreativitas sesuai ide anak
  • Nilai P5: Kreatif, mandiri
  • Nilai PPRA: Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikār), berkeadaban (ta’addub)
  • Implementasi: Anak-anak diberi kebebasan untuk membuat karya sesuai imajinasinya dengan menyediakan berbagai bahan seperti kertas, kardus bekas, plastisin, atau bahan alam. Guru hanya memfasilitasi dan mendampingi tanpa membatasi kreativitas anak.

c. “Pesawat Kertasku”

  • Aktivitas: Eksplorasi membuat pesawat terbang dari kertas dan bermain peran
  • Nilai P5: Kreatif, bernalar kritis
  • Nilai PPRA: Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikār), keteladanan (qudwah)
  • Implementasi: Anak-anak belajar melipat kertas menjadi pesawat dengan panduan sederhana, menghias pesawatnya, dan bermain peran sebagai pilot yang menerbangkan pesawat. Mereka juga bisa melakukan eksperimen sederhana tentang cara membuat pesawat terbang lebih jauh.

d. “Bangunan Impianku”

  • Aktivitas: Membuat bangunan dari balok atau material sederhana
  • Nilai P5: Kreatif, bernalar kritis
  • Nilai PPRA: Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikār), lurus dan tegas (I’tidāl)
  • Implementasi: Anak-anak menggunakan balok kayu, lego, atau bahan sederhana untuk membangun struktur sesuai imajinasinya (rumah, jembatan, menara, dll). Mereka kemudian menceritakan tentang bangunan yang mereka buat dan fungsinya.

Penutup

P5-PPRA di Raudhatul Athfal merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi anak sejak usia dini. Melalui empat tema P5-PPRA yang utama yang telah diuraikan, Raudhatul Athfal dapat mengembangkan berbagai kegiatan pembelajaran yang menyenangkan namun bermakna, yang memadukan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

Dengan implementasi P5-PPRA yang efektif, Raudhatul Athfal tidak hanya menyiapkan anak-anak untuk siap secara akademis di jenjang pendidikan selanjutnya, tetapi juga menanamkan fondasi karakter yang kuat sebagai pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa nasionalisme dan kemanusiaan yang tinggi.

Dimensi Elemen Sub Elemen P5-PPRA (P5RA) RA Kurikulum Merdeka

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *