Beranda » Blog » Dimensi P5-PPRA (P5RA) Raudhatul Athfal Kurikulum Merdeka

Dimensi P5-PPRA (P5RA) Raudhatul Athfal Kurikulum Merdeka

Mengenal 16 Dimensi P5-PPRA (P5RA) Raudhatul Athfal Kurikulum Merdeka – Dunia pendidikan Indonesia terus berkembang dengan inovasi-inovasi pembelajaran yang dirancang untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa menghadapi tantangan masa depan. Salah satu inovasi penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat Raudhatul Athfal (RA) adalah P5-PPRA atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang P5-PPRA, tujuannya, dan implementasinya di tingkat pendidikan anak usia dini.

Apa itu P5-PPRA dalam Kurikulum Merdeka?

P5-PPRA merupakan singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin. Dalam perkembangan selanjutnya istilah ini disebut sebagai Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’alamin (P5RA). Ini adalah salah satu komponen utama dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Raudhatul Athfal yang dikembangkan oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.

P5-PPRA terdiri dari 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila (P5) dan 10 nilai Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (PPRA) yang memberikan kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan untuk sesama manusia serta semua makhluk ciptaan Allah SWT. Program ini dirancang sebagai sarana untuk penguatan karakter dan kompetensi peserta didik melalui kegiatan pembelajaran berbasis projek yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). P5-PPRA menjembatani pengembangan akademis dengan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan keindonesiaan.

Dasar Hukum P5-PPRA

Implementasi P5-PPRA di Raudhatul Athfal berlandaskan pada beberapa regulasi penting, di antaranya:

  1. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 tahun 2022 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka.
  2. Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Raudhatul Athfal (RA), MI, MTs, dan MA yang menggantikan Keputusan Menteri Agama Nomor 347 tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.
  3. Buku Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Direktorat KSKK Madrasah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Dimensi dan Nilai dalam P5-PPRA di Raudhatul Athfal

P5-PPRA terdiri dari 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila (P5) dan 10 nilai Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (PPRA) yang memberikan kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan untuk sesama manusia serta semua makhluk ciptaan Allah SWT.

6 Tema Kurikulum Cinta KBC RA, Materi & Tujuannya

6 Dimensi Profil Pelajar Pancasila (P5):

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia Menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak sejak dini melalui kegiatan ibadah dan pembiasaan perilaku baik.
  2. Berkebhinekaan Global Mengenalkan keberagaman budaya dan membangun sikap toleransi sejak usia dini.
  3. Bergotong Royong Mengembangkan kemampuan kerja sama dan kepedulian sosial melalui kegiatan kelompok.
  4. Mandiri Membangun kemandirian anak dalam aktivitas sehari-hari sesuai dengan tahap perkembangannya.
  5. Bernalar Kritis Merangsang kemampuan berpikir kritis anak melalui eksplorasi dan pemecahan masalah sederhana.
  6. Kreatif Mengembangkan kreativitas melalui kegiatan seni, bermain, dan pengembangan imajinasi.

10 Nilai Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (PPRA):

  1. Berkeadaban (ta’addub) Menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas.
  2. Keteladanan (qudwah) Mengembangkan sikap kepeloporan, menjadi panutan, inspirator dan tuntunan.
  3. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwathanah) Menanamkan sikap menerima keberadaan negara (nasionalisme), mematuhi hukum negara, dan melestarikan budaya Indonesia.
  4. Mengambil jalan tengah (tawassuth) Mengembangkan pemahaman dan pengamalan beragama yang tidak berlebih-lebihan dan tidak abai terhadap ajaran agama.
  5. Berimbang (tawaazun) Menumbuhkan sikap proporsional dalam memandang dan menyelesaikan persoalan.
  6. Lurus dan tegas (I’tidaal) Menanamkan sikap teguh pendirian pada kebenaran dan keadilan.
  7. Kesetaraan (musaawah) Mengembangkan sikap mengakui kesamaan derajat, hak, dan kewajiban sebagai manusia.
  8. Musyawarah (syuura) Menumbuhkan kemampuan menyelesaikan persoalan secara dialogis.
  9. Toleransi (tasaamuh) Mengembangkan sikap menghargai perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan.
  10. Dinamis dan inovatif (tathowwur wa ibtikaar) Mengembangkan sikap menerima dan mengembangkan gagasan-gagasan baru yang lebih baik.
Dimensi P5-PPRA (P5RA) Raudhatul Athfal Kurikulum Merdeka

Prinsip Dasar P5-PPRA

Dalam melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin satuan pendidikan menjalankan prinsip sebagai berikut:

  1. Holistik, berarti perancangan kegiatan secara utuh dalam sebuah tema dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahaminya secara mendalam.
  2. Kontekstual, berarti upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian.
  3. Berpusat pada peserta didik, berarti skenario pembelajaran mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran, yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek sesuai minatnya.
  4. Eksploratif, berarti semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur maupun bebas.
  5. Kebersamaan, berarti seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh warga madrasah dengan gotong royong dan saling bekerjasama.
  6. Keberagaman, berarti seluruh kegiatan di madrasah dilaksanakan dengan tetap menghargai perbedaan, kreatifitas, inovasi dan kearifan lokal secara inklusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Kemandirian, berarti seluruh kegiatan di madrasah merupakan prakarsa dari, oleh dan untuk warga madrasah.
  8. Kebermanfaatan berarti, seluruh kegiatan di madrasah harus berdampak positif bagi peserta didik, madrasah dan masyarakat.
  9. Religiusitas, berarti seluruh kegiatan di madrasah dilakukan dalam konteks pengabdian kepada Allah Swt.

Kesimpulan

P5-PPRA merupakan inovasi penting dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Raudhatul Athfal yang menekankan pada penguatan karakter dan kompetensi berbasis nilai-nilai Pancasila dan Islam rahmatan lil alamin. Melalui pendekatan pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan berpusat pada anak, P5-PPRA diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan implementasi P5-PPRA yang optimal, Raudhatul Athfal tidak hanya menjadi lembaga pendidikan formal bagi anak usia dini, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa dan agama sejak dini. Hal ini sejalan dengan dua amanat besar kurikulum madrasah, yaitu membekali peserta didik dengan kompetensi dan keterampilan hidup untuk menghadapi tantangan zaman serta mewariskan karakter budaya dan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi penerus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *